Minggu, 19 Oktober 2014

TUGAS SOFTSKIL

NAMA: NITA MARLINA
KELAS: 4EA09
NPM: 15211196

TUGAS ETIKA BISNIS MENCARI 3 JURNAL .

JURNAL 1


PENGARUH CORPORATE ABILITY DAN CORPORATESOCIAL        RESPONSIBILITY TERHADAP EVALUASI          KONSUMEN  ( PRODUK TOLAK ANGIN PT.SIDOMUNCUL )

Nama Peneliti                :  Frans Patty dan H.Ratnawati Dwi Putranti

Tahun Penelitian             : 2013
Tempat Penelitian          : Semarang

Varibel yang diteliti        : corporate ability (kemampuan  perusahaan),  corporate social responsibility                                             (tanggung jawab sosial perusahaan)

Hasil penelitian         : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh corporate abiliy       (kemampuan perusahaan) dan corporate social responsibility (tanggung jawab sosial perusahaan) terhadap evaluasi konsumen.Populasi dalam dalam penelitian ini adalah masyarakat kota Semarang pengguna produk Tolak Angin PT. Sidomuncul. Sampel yang diambil sebanyak 85 responden, teknik pengambilan data menggunakan metode non-probability sampling, yaitu dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah metode penelitian lapangan (field recearch) melalui observasi, wawancara dengan tanya jawab langsung kepada responden, daftar pertanyaan (kuesioner) dan metode studi pustaka. Analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisa statistik deskriptif. Selanjutnya di analisis menggunakan teknik regresi linier berganda.

Dari hasil analisis di ketahui bahwa corporate abilityberpengaruh signifikan terhadap evaluasi produk dancorporate social responsibility berpengaruh signifikan terhadap evaluasi produk.
  
JURNAL 2

Nama            : Resti Yulistria

Judul            : PENGARUH ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL                PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA ORGANISASI(Penelitian Pada Pegawai                         PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur)

Tahun            : 2007

Tempat         : PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur


Kata kunci  : Etika Bisnis, Kinerja Organisasi, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


Metode penelitian yang digunakan adalah Explanatory Survey, dengan teknik pengumpulan data kuesioner skala lima kategori Likert. Sumber data diperoleh dari populasi pegawai PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Cianjur. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah regresi. Teknik ini digunakan untuk mengukur pengaruh yang disebabkan variabel bebas terhadap variabel terikat.Variabel etika bisnis diukur melalui indikator otonomi, keadilan, kejujuran, saling menguntungkan, dan integritas moral, dan variabel tanggung jawab sosial perusahaan diukur melalui indikator market actions, mandated actions, dan voluntary actions. Kedua variabel bebas tersebut diukur berdasarkan persepsi pegawai. Adapun variabel kinerja organisasi diukur melalui indikator perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran yang diukur berdasarkan kondisi riil tingkat kinerja organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur).
Hasil penelitian secara deskriptif menunjukkan bahwa etika bisnis PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur berada pada kategori tinggi sedangkan untuk tanggung jawab sosial perusahaan dan tingkat kinerja organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur berada pada kategori cukup. Oleh karena itu, penelitian ini dapat memberikan manfaat berupa perbaikan kinerja organisasi di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur untuk selanjutnya dijadikan dasar dalam menganalisis tingkat kinerja organisasinya.

JURNAL 3
Judul  : Pengaruh Kepuasan Atas Kualitas Pelayanan Dan Kepercayaan Terhadap Loyalitas Nasabah PT Bank Mandiri Tbk Cabang Muaro PADANG
Nama Peneliti                          : Deby Meigy Arzena

Tahun                                      : 2012

Tempat Penelitian                   : PT Bank Mandiri Cabang Muaro Padang

Varibel yang diteliti                : Kepuasan atas kualitas pelayanan, kepercayaan , loyalitas

Hasil penelitian                       :
Kepuasan pelanggan memegang peranan yang sangat penting guna menjamin kelangsungan hidup suatu usaha terutama perusahaan bergerak dibidang jasa. Selain kepuasan pelanggan yang perlu diperhatikan lagi adalah kepercayaa pelanggan. Kepecayaan merupakan suatu kondisi ketika salah satu pihak yang terlibat dalam proses pertukaran yakin dengan kehandalan dan integritas pihak yang lain (Morgan dan Hunt).
Persaingan memperebutkan nasabah bank sangat ketat. Dengan jumlah bank dan kantor cabang yang banyak dan produk yang ditawarkan bank beragam, kualitas pelayanan dan kepercayaan memang sangat penting bagi bank untuk mempertahankan nasabah atau mendapatkan nasabah baru. Walupun kualitas pelayanan dan kepercayaan sebuah bank dianggap berkualitas namun nasabahnya juga belum tentu loyal.
Populasi penelitian ini adalah siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel bila dipandang orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai sumber data.
Berdasarkan  hasil analisis , kepuasan atas kualitas pelayanan tidak berpengaruh signifikan terhadap nasabah PT Bank Mandiri Cabang Muaro Padang sedangkan kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas nasabah PT Bank Mandiri Cabang Muaro Padang jadi untuk meningkatkan loyalitas nasabah dapat melalui peningkatan secara langsung kepercayaan nasabah.


Selasa, 10 Juni 2014

puisi sajak mata-mata ws.rendra

format:
nita marlina
15211196
3ea09
http://www.youtube.com/watch?v=oTKj_jHU_ec&feature=youtu.be

tugas budaya sofskill


NAMA: NITA MARLINA
NPM : 15211196
KLS: 3EA09

Banyaknya warisan budaya yang dimiliki oleh Indonesia mendorong keikutsertaan negeri ini dalam Memory Of the World (MOW) yang digagas UNESCO. Hal itu sebagai bentuk kepedulian akan ingatan kolektif dunia berupa warisan dokumenter yang secara sah dapat menjadi bukti kejadian penting dalam sejarah umat manusia. Pada tahun 2007, Indonesia mengajukan "Negarakretagama" dalam Regional MOW Register yang disetujui UNESCO dalam sidang tahun 2008 di Canberra, Australia. Pada akhir Maret 2012, dokumen ini diajukan kembali bersama naskah otobiografi "Babad Dipanegara" dan berhasil diakui sebagai International MOW Register pada bulan Juni 2013.

"Negarakretagama" gubahan Empu Prapanca adalah deskripsi kejayaan dan kebesaran Majapahit pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Ditulis di atas lontar dengan huruf dan bahasa Jawa Kuna dan diungkapkan dalam format puitik kakawin, "Negarakretagama" juga berisi tentang hukum,undang-undang serta tata pemerintahan yang menjadi warisan Majapahit.

Sementara "Babad Diponegoro" adalah otobiografi dan perjalanan hidup Pangeran Diponegoro yang ditulis selama masa pengasinggannya di Manado pada 1831-1832. Walau berbeda jaman dengan saat ini, tetapi konsep dan pemikiran-pemikiran yang terkandung dalam "Negarakretagama" dan "Babad Diponegoro" dapat memberikan roh sumber kajian sosial, budaya, dan politik pada saat ini. Sebelumnya, naskah-naskah "I La Galigo" yang merupakan karya sastra terbesar di dunia yang berasal dari Sulawesi yang ditulis sekitar abad ke-10 telah terdaftar sebagai International MOW Register pada tanggal 27 Juli 2011.

Sejak tahun 2006, telah dibentuk suatu Komite Nasional MOW Indonesia. Komite MOW Indonesia merupakan unit nonstruktural yang berada dan bertanggung jawab dalam lingkungan organisasi LIPI serta ditetapkan dengan Keputusan Kepala LIPI dan bersifat koordinatif dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU). Duduk sebagai Ketua Komite adalah Deputi Jasa Ilmiah LIPI dan Kepala Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah LIPI sebagai Sekretaris Komite.

Tujuan dari program Memory of the World Indonesia adalah untuk memfasilitasi pelestarian dokumen dari warisan dokumenter dunia melalui tehnik yang paling tepat, membantu akses pada warisan dokumenter dunia tersebut, dan meningkatkan kesadaran dari keberadaan dan pentingnya warisan dokumenter dunia.

Keanggotaan Komite MOW Indonesia berasal dari unsur pemerintah, swasta, dan para pakar di bidangnya, antara lain Kementerian Negara Riset dan Teknologi RI, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, LIPI, Museum Nasional, Arsip Nasional RI, Perpustakaan Nasional RI, serta LSM dan Perguruan Tinggi.

Pada Rabu, 3 Juli 2013, Komite MOW Indonesia akan mengadakan Penyambutan Pengakuan "Negarakretagama" dan "Babad Diponegoro" sebagai Ingatan Kolektif Dunia (Memory of the World) UNESCO di Gedung A, Lantai 2 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. Turut hadir dalam acara tersebut adalah Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya UI Prof. Edi Sedyawati dan Dr. Peter Carey, penulis buku "Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa 1785-1855". Selain itu juga akan diadakan diskusi mengenai relevansi "Negarakretagama" dan "Babad Diponegoro" oleh Prof. Wardiman Djojonegoro dan Dr. Ninie Susanti.


Oleh: Edi Sedyawati
Sebenarnya, obyek ilmu Arkeologi tak pernah bergerak: bahan kajian utamanya berupa artefak ataupun benda-benda tinggalan alamiah dari masa lalu itu tak pernah bergerak sendiri. Mereka diam di dalam atau di atas tanah. Para ahli Arkeologi lah yang bergerak mencarinya dengan melakukan ekskavasi atau pun semata-mata pencatatan apabila tinggalannya ada di atas permukaan tanah. Adapun yang ‘bergerak’ dari sasaran kajian para arkeolog, itu adalah permasalahan penelitiannya, yang senantiasa dapat dikembangkan atau pun diberi penglihatan baru.
Sasaran awal dari kajian Arkeologi adalah telaah deskriptif: mulai dari tampilan fisik primer, sampai ke yang sudah menyertakan analisis berkenaan dengan unsure-unsur atau komposisi materialnya, atau bekas pakai, maupun yang telah dikaitkan dengan suatu ancangan klasifikasi dan tipologi tertentu. Lebih jauh, pertanyaan-pertanyaan spesifik dapat dihadapkan kepada data Arkeologi, terkait dengan berbagai permasalahan khusus yang dapat dibangun oleh peneliti. Sebagaimana biasa dijumpai pada kajian-kajian sejarah, kajian Arkeologi pun dapat mengajukan seumlah pertanyaan, baik berkenaan dengan struktur maupun dengan proses. Pada gilirannya penelisikan structural ataupun prosesual itu dapat pula diperhadapkan dengan berbagai pertanyaan khusus, misalnya yang berkenaan dengan perilaku social, lingkungan alam, maupun berbagai aspek teknologi yang terkait dengan pembuatan alat maupun pembangunan lingkungan buatan oleh manusia.
Adapun relevansi Arkeologi bagi masyarakat umum yang disebut “public” itu perlu ditegaskan. Benarkah masyarakat umum di luar para penggiat Arkeologi sendiri itu mempunyai kepentingan terhadp Arkeologi? Mungkin secara spesifik tidak, namun secara umum mestinya suatu bangsa itu berkepentingan untuk mengetahui masa lalunya. Dan masa lalu itu untuk sebagian dapatlah diketahui melalui kajian-kajian Arkeologi. Pada titik ini perlu diperhatikan betapa kajian sejarah dan Arkeologi dalam kenyataan saling menyilang dan saling mendukung. Sebagaimana kita bersepakat sejarah dan Arkeologi dibedakan dari sumber data utamanya: sumber utama sejarah adalah dokumen tertulis yang memuat teks, yang untuk masa tertentu yang dekat dengan masa kini dapat ditunjang pula oleh data informasi lisan dari pelaku atau saksi sejarah, sedangkan sumber utama Arkeologi adalah tinggalan kebendaan dari masa lalu, baik yang amat jauh ke belakang maupun yang cukup dekat dengan masa kini. Namun kenyataan penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis tersebut saling melengkapi, dan sering juga saling menjelaskan. Pemahaman tentang masa lalu suatu bangsa dibentuk oleh keduanya. Disitulah letak kepentingan public terhadap Arkeologi dan juga sejarah. Konon suatu bangsa yang tidak mengenal (pondasi) masa lalunya akan menjadi bangsa yang lemah, yang dapat mudah ‘diarahkan’. Atau dengan kata lain dijajah, oleh bangsa(-bangsa) lain. Demikianlah pernah dinyatakan oleh Miguel Leon-Portilla, seorang ahli kebudayaan yang menulis buku Endangered Cultures (1976, terjemahan 1990).
Kini baiklah ditinjau peminatan-peminatan khusus yang dimungkinkan dengan bertitik tolak dari bidang Arkeologi. Suatu peminatan khusus itu bisa terkait dengan obyek kajian yang spesifik, dan bisa pula dengan penyertaan ilmu lain. Adapun peminatan atas dasar obyek yang spesifik dapat dicontohkan oleh kajian-kajian terfokus, seperti kepada: benda-benda tembikar (keramik dalam arti luas), benda-benda logam, keduanya berkenaan dengan kajian bentuk dan teknologinya, ataupun contoh-contoh lain berupa kajian ikonografi, kajian arsitektur, kajian tata hunian, dan lain-lain. Kajian terhadap obyek-obyek spesifik itiu sedikit-banyak seringkali perlu juga menyertakan perangkat konsep atau teori dari ilmu-ilmu lain. Adapun jenis-jenis kajian Arkeologi yang lebih jelas ‘menggandeng’ ilmu-ilmu lain dapat dicontohkan oleh misalnya: kajian kesejarahan, atau kajian yang terpusat kepada permasalahan struktur dan proses social, ataupun kajian di sekitar lingkungan hidup dan upaya penanggapan atau penanggulangannya. Ketiga contoh itu terkait dengan ilmu-ilmu lain, masing-masing: ilmu sejarah, sosiologi, dan ilmu ekologi.
Disamping itu semua, suatu peminatan khusus dalam studi Arkeologi dapat berkenaan dengan tempat atau lingkungan dimana peninggalan-peninggalan masa lalu itu ditemukan. Yang dimaksud di sini adalah apa yang dapat disebut sebagai “Arkeologi Bawah Air” atau Underwater Archaeology”. Letak tinggalan yang memerlukan keahlian dan perlengkapan khusus untuk mengkajinya itu membuatnya sebagai subyek kajian yang khusus pula, meski benda-benda yang ditemukan di bawah air itu dapat saja dpelajari lebih jauh terkait dengan pemintan khusus yang telah disebut di muka. Dalam kajian ini perlu kita membedakan antara “Arkeologi Bawah Air” ini dengan apa yang dapat dinamakan Arkeologi Maritim. Kalau yang pertama, yaitu Arkeologi bawah air, terkait dengan letak tekmuannya yang berada di bawah permukaan air, maka apa yang dapat disebut dengan Arkeologi Maritime adalah kajian Arkeologi yang khususnya terkait denga dunia pelayaran. Dalam hal terakhir ini temuan-temuan artefak yang dibahas tidak perlu ditemukan di bawah air, namun misalnya mengindikasikan adanya pelayaran melintasi laut, seperti dalam hal ditemukannya keramik Arikamedu (dari India) di situs Sembiran di Bali Utara. Selebihnya suatu pengkhususan Arkeologi Maritim dapat mempelajari lebih rinci mengenai teknologi perkapalan melalui artefak-artefak masa lalu yang ditemukan. Dalam hubungan inisenantiasa dapat dilakukan bandingan dengan tradisi-tradisi teknologi yang masih dikenal dalam lengkungan-lingkungan tenik tertentu. Maka suatu pendekatan antropolgis dapat diterapkan dalam hal kajian-kajian semacam itu. Suatu upaya analogi dapat menjadi titik berat dalam hal itu. Kajian dengan ancangan itu lazim disebut sebagai kajian Etno-Arkeologi. Sudah tentu hal ini tidak melulu berlaku untuk kajian maritime, namun dapat juga diterapkan misalnya untuk kajian-kajian dengan ancangan lain, seperti misalnya: teknologi pangan, adat berbusana, teknik dan system perburuan, dan sebagainya.
Dengan pergandengan bersama ilmu-ilmu lain itu Arkeologi dapat membantu merekonstruksi peri kehidupan manusia di masa lalu, berkenaan dengan berbagai system, seperti: system religi, system social, system mata pencaharian hidup, dan lain-lain. Konstruksi-konstruksi sistemik itu dapat dibangun dan diperhadapkan dengan data Arkeologi untuk membentuk gambaran-gambaran kehidupan masa lalu di berbagai satuan kewilayahan, pada berbagai satuan social yang dapat diduga adanya. Dengan kata lain, Arkeologi dapat memberikan sumbangan dalam merekonstruksi peri kehidupan di masa lalu. Untuk menujuk ke sana sandaran utamanya adalah komparasi dan analogi: komparasi intra data Arkeologi sendiri, dan analogi dengan data bidang-bidang ilmu lain, apakah itu antropologi, histori, geologi, sosiologi, ataupun ilmu-ilmu lain. Untuk menuju ke sana sandaran utamanya adalah komparasi dan analogi: komparasi intra data Arkeologi sendiri, analisis pun dapat ditujukan ke arah-arah yang belum pernah ditempuh sebelumnya. Hal ini dapat dicontohkan oleh semakin mendetailnya analisis terhadap benda-benda gerabah yang ditemukan dalam konteks Arkeologi: disamping bentuk-bentuk bendanya, telah dianalisis pula berbagai sifat pembeda yang ada pada gerabah, seperti: komposisi bahan dasar, sifat pembakaran, proses pembentukan (seperti terlihat pada misalnya: tanda ‘roulette’, temper, glasir, pewarnaan, dan sebagainya) serta berbagai fungsi yang mungkin terkait dengannya. Demikian juga berkenaan dengan arca: disamping telah dibedakan atas dasar ciri-ciri ikonografik, yang banyak didukung oleh informasi tekstual mengenai kaidahnya, analisis gaya seni arca juga telah dicoba untuk lebih dirinci sampai bertele-tele seperti dalah hal pengarcaan Ganesa!
Penggandengan dengan ilmu-ilmu alamiah memungkinkan Arkeologi untuk dibantu, atau mungkin turut menjawab, permasalahan-permasalahan alamiah, misalnya yang terkait dengan keadaan dan perubahan-perubahan bumi di masa-masa yang lalu. Demikian pula proses-proses pengerjaan peralatan hidup, apakah itu pembakaran keramik, ataukah pemangkasan batu dari bongkahan besarnya, telah pula dapat dikaji oleh ilmu-ilmu alamiah untuk memperkirakan seberapa jauh di masa lalu waktu pembuatannya. Dengan catatan akhir ini, marilah kita berharap agar ilmu kita, Arkeologi, dapat senantiasa kita kembangkan dengan berbagai upaya tak kenal lelah, untuk senantiasa berupaya menembus batas-batas pengetahuan yang ada! Selamat berkongres untuk Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia



judul: warisan budaya tak benda masalahnya kini di indonesia.
Pusat penelitian kemasyarakatan dan budaya lembaga penelitian universitas indonesia depok, 2003
penyuting: edi sedyawati.

Minggu, 27 April 2014

TUGAS SOFTSKILL BIOGRAFI ANGELINA JOLIE


TUGAS SOFTSKILL BIOGRAFI ANGELINA JOLIE





Nama asli : Angelina Jolie Voight
Tanggal lahir : 04 Juni 1975 
Lahir di : Los Angeles, California, AS 
Zodiac : Gemini 
Terkenal sejak berperan sebagai Gia Carangi di film "Gia" (1998)









Angelina Jolie Voight atau yang akrab disapa Angelina Jolie lahir di Los Angeles 4 Juni 1975. Dia adalah putri pasangan aktor Jon Voight dan mantan aktris Marcheline Bertrand (meninggal 27 Januari 2007). Angelina memiliki seorang kakak bernama James Haven.

Tak lama setelah orangtua Angelina bercerai tahun 1976, dia dan James tinggal bersama ibu mereka yang memutuskan untuk berhenti menjadi aktris. Sejak masih kecil, Angelina sangat mengagumi bakat akting ibunya. Terinspirasi dari film-film yang dibintangi Marcheline, Angelina pun memutuskan untuk mendalami bidang akting.

Namun saat berusia 14 tahun, Angelina sempat berniat untuk menjadi pimpinan pengurus pemakaman. Dalam masa-masa tersebut, Angelina kerap mengenakan pakaian serba hitam dan mewarnai rambutnya dengan warna ungu. Dia bahkan sempat tinggal bersama kekasihnya. Dua tahun kemudian, setelah hubungan itu berakhir, Angelina memutuskan untuk kembali mempelajari bidang akting.

Ketika masih muda, Angelina kerap dijahili teman-temannya. Bahkan penampilannya pun cenderung seperti remaja kutubuku yang kerap mengenakan kacamata dan kawat gigi. Kondisi menjadi semakin sulit ketika Angelina tak berhasil di bidang akting. Diungkapkan Angelina, dia pernah mengoleksi pisau dan melukai tubuhnya demi menghilangkan stres.

Berlawanan dengan hubungannya dengan sang ibu, Angelina bahkan kerap berseteru dengan ayahnya. Mereka kemudian mencoba berdamai dan kembali dekat saat Jon tampil di film yang membuat namanya melejit, "Lara Croft: Tomb Raider" (2001). Namun, hubungan ayah dan anak itu tak kunjung membaik.

Setahun kemudian, Angelina mengajukan permohonan untuk menghilangkan nama belakang Voight dan menyandang nama Angelina Jolie. Pengadilan mengabulkan permohonan Angelina pada 12 September 2002. Pada tahun yang sama, Jon mengungkapkan pada media kalau putrinya itu memiliki masalah mental yang sangat serius. Karena pernyataan Jon tersebut, Angelina akhirnya memutuskan untuk berhenti berkomunikasi dengan ayahnya. Perang dingin antaa Angelina dan Jon sedikit mereda saat Jon menemui Angelina di lokasi syuting film "The Tourist", Venice, Italia.

Terkait karirnya sebagai aktris, nama Angelina mulai dikenal ketika dia berhasil meraih penghargaan Golden Globe kategori Best Performance by an Actress in a Supporting Role in a Series, Mini-Series or Motion Picture Made for Television lewat mini seri "George Wallace" (1997). Kepiawaiannya berakting semakin diakui saat dia meraih penghargaan Oscar kategori Best Supporting Actress lewat film "Girl, Interuppted" (1999). Adapun beberapa film yang pernah dibintanginya yakni "Lara Croft Tomb Raider: The Cradle of Life", "Sky Captain and the World of Tomorrow", "Mr and Mrs Smith, "Wanted", "Changeling" dan "Salt".

Di kehidupan pribadi, Angelina pernah menikah dua kali yakni dengan Jonny Lee Miller (28 Maret 1996 - 3 Februari 1999) dan Billy Bob Thornton (5 Mei 2000 - 27 Mei 2003). Kini dia telah menjalin kasih dengan mantan suami Jennifer Aniston, Brad Pitt. Mereka telah menjalin kasih sejak tahun 2005. Dari hubungan asmaranya dengan Brad tersebut, Angelina memiliki tiga orang anak kandung (Knox, Shiloh dan Vivienne) dan tiga orang anak angkat (Maddox, Pax dan Zahara). 

  mengagetkan foto jolie memakai hijab 
Lahir di Los Angeles, California, Jolie adalah putri dari aktor Jon Voight dan Marcheline Bertrand. Dia adalah adik dari aktor James Haven, keponakan dari penyanyi-penulis lagu Chip Taylor, dan anak baptis dari aktor Jacqueline Bisset dan Maximilian Schell. Di sisi ayahnya, Jolie adalah keturunan Jerman dan Slovakia, dan di sisi ibunya, dia dari Kanada terutama Perancis, Belanda, dan keturunan Jerman. Seperti ibunya, Jolie telah menyatakan bahwa ia merupakan bagian Iroquois, hanya dikenal nenek moyang asli nya adalah seorang wanita Huron lahir pada tahun 1649.
Setelah orangtuanya bercerai pada tahun 1976, Jolie dan saudara laki-lakinya tinggal bersama ibu mereka, yang meninggalkan ambisi aktingnya untuk fokus pada membesarkan anak-anaknya. Sebagai seorang anak, Jolie secara teratur melihat film dengan ibunya dan kemudian menjelaskan bahwa hal ini telah memberikan inspirasi pada minatnya dalam akting, ia tidak dipengaruhi oleh ayahnya. Ketika dia berusia enam tahun, ibunya dan ayah tirinya, pembuat film Bill Day, keluarga pindah ke Palisades, New York, mereka kembali ke Los Angeles lima tahun kemudian. Dia kemudian memutuskan dia ingin bertindak dan terdaftar di Institut Teater Lee Strasberg, di mana ia dilatih selama dua tahun dan muncul dalam beberapa tahap produksi film.
Pada usia 14 tahun, Angelina Jolie keluar dari kelas akting dan bercita-cita menjadi seorang direktur pemakaman. Dia mulai bekerja sebagai seorang model, pada agensi model terutama di Los Angeles, New York, dan London. Selama periode ini, ia mengenakan pakaian hitam, bereksperimen dengan bermain pisau, dan pergi moshing dengan pacarnya.
Dua tahun kemudian, setelah hubungan itu berakhir, ia menyewa sebuah apartemen di atas garasi beberapa blok dari rumah ibunya. Dia lulus dari SMA dan kembali ke studi teater, meskipun dalam beberapa kali ia menyebut periode ini dengan observasi, "Saya masih di hati dan akan selalu hanya menjadi anak punk dengan tato."
Mantan istri Brad Pitt, Jennifer Aniston dikabarkan menangis saat dirinya membaca artikel mengenai operasi pengangkatan payudara Angelina Jolie [baca: Angelina Jolie Memutuskan Mengangkat Kedua Payudaranya].

Dikutip dari harian Female First pada 22 Mei 2013 lalu, bintang Horrible Bosses tersebut memuji keberanian Jolie dalam melakukan operasi mastektomi. Lebih lanjut, dirinya juga merasa tergerak dan termotivasi atas kabar tersebut.

"Dia benar-benar tergerak dan terkejut atas keputusan yang diambil Jolie untuk memerangi kanker. Hal itu juga menyadarkan Jen betapa beraninya Jolie memperjuangkan kehidupannya bersama Brad Pitt beserta 6 anaknya." ucap sumber terdekat Jennifer.

Seperti diketahui, Angelina Jolie memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan dua payudara setelah dokter menyebut dirinya punya kans terkena penyakit kanker. Rencananya, usai menyelesaikan proses penyembuhan, dirinya pun akan melanjutkan operasinya dengan mengangkat ovariumnya [baca: Usai Mastektomi, Angelina Jolie Ingin Dinikahi Brad Pitt].(Feb) (feby)

Sabtu, 29 Maret 2014

BAHASA INDONESIA 2 TUGAS 2 3EA09


NAMA: NITA MARLINA
NPM: 15211196
KELAS 3EA09

TUGAS 2

Buat sebuah artikel dengan metode cara berfikir induktif jenis generalisasi, minimal 2 lembar dengan tema JAKARTA :


Ketika terjadi heboh penolakan warga Pondok Indah terhadap rencana pembangunan koridor bus transjakarta yang melintas di wilayah mereka, sebagian orang melihat itu hanya cerminan arogannya warga kelas atas Pondok Indah yang tak mau lingkungannya yang sudah tertata rapi diintervensi “untuk kepentingan umum yang lebih besar”.
Tetapi, ada persoalan lebih besar dari sekadar persoalan arogansi di sini. Jakarta mengatasi satu masalah dengan mengundang malapetaka baru. Pondok Indah bukan satu-satunya. Kaukus Lingkungan Hidup mencatat, ada 52 titik wilayah resapan atau tangkapan air yang dialihfungsikan selama kurun 2006-2007, tanpa pemerintah mempersiapkan penggantinya.
Secara sistematis dan terstruktur, pemerintah menjadi aktor utama dalam penghancuran ekologi dan ekosistem Jakarta. Jakarta tengah menggali kuburnya sendiri, dan banjir yang semakin meningkat frekuensi dan intensitasnya adalah salah satu akibatnya.
Alih fungsi lahan secara progresif terus berlangsung, bahkan setelah terakhir banjir menenggelamkan 80 persen wilayah Ibu Kota pada Februari tahun ini. Padahal, tanpa ini pun Jakarta dengan posisi geografis dan struktur tanahnya sudah rawan banjir.
Dalam kampanye sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo menjanjikan untuk mengatasi banjir Jakarta, kendati ia mengakui banjir di Ibu Kota tidak akan dapat diselesaikan secara menyeluruh dalam lima tahun ke depan.
Orang banyak berharap ia akan membuat terobosan karena latar belakang ilmu perencanaan kota yang dimilikinya. Namun, kasus Pondok Indah dan beberapa kasus lain, dinilai pakar kehutanan dari Institut Pertanian Bogor Hariadi Kartodihardjo dan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Slamet Daroyni memunculkan kesan kuat, Fauzi hanya melanjutkan kebijakan pemerintahan sebelumnya.
Proyek jalur bus transjakarta yang melintasi Pondok Indah, menunjukkan dalam proyek-proyek Pemerintah Provinsi DKI sendiri pun, dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) hanya jadi pelengkap.
“Jika proyek pemerintah saja seperti itu, bagaimana proyek- proyek lainnya? Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan maupun Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 1999 tentang Amdal jelas bahwa dokumen amdal adalah prasyarat untuk mendapatkan izin mendirikan bangunan atau melakukan kegiatan pembangunan. Ini amdalnya belum ada, kegiatan pembangunan infrastruktur sudah terjadi,” ujar Daroyni.
Hariadi dan Daroyni juga mencatat inkonsistensi dari program- program pengendalian banjir yang dibuat oleh pemerintah, baik Pemprov DKI maupun pemerintah pusat. Sejak banjir besar tahun 2002, tidak ada langkah strategis yang implementatif di lapangan.
Contohnya, konsep Megapolitan serta berbagai aturan atau keputusan menyangkut penataan wilayah Bogor, Puncak, dan Cianjur dalam upaya mengatasi banjir dari wilayah hulu, baik dalam bentuk keputusan presiden (keppres), peraturan presiden (perpres), rancangan perpres atau aturan lain. “Tidak ada yang jalan sampai hari ini,” ujar Hariadi dan Daroyni.
Berbagai gagasan untuk mengurangi sumber banjir di Jakarta juga hanya berakhir sampai gagasan. “Contohnya Ciliwung Bersih, sampai sekarang Ciliwung masih tumpukan sampah,” ujarnya. Demikian pula janji normalisasi 13 sungai serta waduk dan situ. Menurut mereka, mandulnya semua prakarsa mengatasi banjir Jakarta adalah bentuk nyata kegagalan birokrasi pemerintah.
“Pola-pola penanganan banjir yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Gubernur Sutiyoso. Jadi tidak ada sesuatu yang baru yang dilakukan oleh Fauzi. Sampai sekarang tidak ada evaluasi terhadap penanganan banjir sebelumnya dan contingency planning menghadapi ancaman banjir yang akan datang. Kalau cara penanganannya tak jauh berbeda seperti tahun kemarin, bencana banjir akan tetap menjadi ancaman paling serius di Kota Jakarta,” ujar Daroyni.
Kebijakan yang ditempuh pemprov, baik dari sisi penganggaran, kebijakan tata kota dan perilaku birokrasi, menurut Daroyni dan Hariadi, menunjukkan pemerintah tidak pernah belajar dari bencana-bencana banjir sebelumnya, dan tidak menunjukkan adanya keseriusan pemerintah untuk memprioritaskan penanganan banjir. DPRD bisa begitu gigih ngotot soal tunjangan gaji, tetapi soal banjir nyaris tak kedengaran suaranya.
Kondisi yang dihadapi Jakarta sebenarnya hanya ekses dari kebijakan Pemprov DKI yang lebih mengedepankan pertumbuhan ekonomi tinggi ketimbang kualitas dari pembangunan itu sendiri. Pertumbuhan dicapai dengan menghancurkan lingkungan. Pembangunan mega-megaproyek besar yang mengabaikan keseimbangan tutupan lahan hanya salah satunya.

Sosio-ekonomis
Tetapi jelas Pemprov DKI bukan satu-satunya yang pantas dipersalahkan di sini. Banjir dan hancurnya lingkungan Jakarta bukan semata-mata karena kebijakan Pemprov DKI. Jakarta juga korban kebijakan pembangunan nasional yang terlalu berpusat di Jawa, khususnya Jakarta dan sekitarnya.
Selain minimnya wawasan dan kepedulian birokrasi dan warganya pada lingkungan, bencana banjir dan pertumbuhan Jakarta yang cenderung tak terkendali hingga melebihi daya dukung ekologisnya tidak bisa dilepaskan dari fenomena urbanisasi yang diakibatkan oleh orientasi kebijakan pembangunan nasional ini.
Karena kemiskinan, puluhan ribu penduduk—sebagian besar pendatang—terpaksa mengokupasi wilayah-wilayah resapan air dan menghuni bantaran-bantaran sungai. Ditambah kebiasaan masyarakat Jakarta yang suka menyampah, ini menjadi sumber penting penyebab banjir di Jakarta. Sekitar 40 persen dari 6.000 ton sampah yang dibuang lebih dari 12 juta penduduk Jakarta setiap harinya dibuang ke sungai.
Anehnya, upaya pengendalian banjir yang dilakukan pemerintah cenderung menekankan pada perbaikan infrastruktur semata dan mengabaikan faktor sosio-ekonomis ini. Banjir bukan datang secara dadakan, tetapi dampak dari salah urus ekosistem dan infrastruktur tata air perkotaan, dan kebijakan lain yang cenderung meminggirkan orang dan lingkungan selama berdekade-dekade.
Masyarakat hanya ditempatkan sebagai obyek pembangunan. Akibatnya, masyarakat juga cenderung merasa tidak berkepentingan untuk ikut menjaga lingkungannya.
Dalam kasus banjir, itu antara lain sangat kelihatan dari respons mereka yang cenderung berusaha mencari selamat sendiri-sendiri, antara lain dengan berlomba-lomba meninggikan rumah untuk mencegah banjir masuk ke tempat tinggal mereka. Mereka yang miskin tak punya pilihan lain kecuali beradaptasi dan berkompromi dengan banjir yang setiap kali mampir.
Sampai sekarang, tidak jelas peran pemerintah pusat dalam ikut memecahkan problem Jakarta, termasuk persoalan banjir ini. Salah satu contohnya, komitmen pendanaan Rp 9,5 triliun untuk 10 tahun guna mengatasi banjir Jakarta, yang sampai sekarang tidak jelas tindak lanjutnya.
Pascabanjir besar 2002, pemerintah pusat melalui Bappenas juga menganggarkan dana Rp 15 triliun untuk mengatasi banjir Jakarta dalam 10 tahun, atau Rp 1,5 triliun per tahun. Namun, reaksi publik waktu itu sangat negatif terhadap rencana ini. Mereka menduga dana ini akan kembali di korup oleh oknum pemerintah seperti terjadi pada proyek-proyek lain sebelumnya. Akibatnya, nasib program tidak jelas.
Pada 2007, kembali berembus dugaan manipulasi dana pembebasan lahan untuk Banjir Kanal Timur. Lamban dan korupnya birokrasi membuat masyarakat pun semakin kehilangan kepercayaan dan keyakinan pada kemampuan dan keseriusan pemerintah untuk mengatasi banjir Jakarta.

SUMBER :
www.megapolitan.kompas.com
www.google.com
www.wikipedia.com

BAHASA INDONESIA TUGAS 1


NAMA: NITA MARLINA

NPM: 15211196
TUGAS BI 3EA09


TUGAS 1
1.      Jelaskan konsep “penalaran” menurut anda ?
penalaran adalah merupakan suatu corak atau cara seseorang mengunakan nalarnya dalam menarik kesimpulan sebelum akhirnya orang tersebut berpendapat dan dikemukakannya kepada orang lain. Dimana penalaran dibagi dua macam yaitu penalaran induktif dan deduktif. Kedua jenis penalaran tersebut mempunyai maksud dan Silogisme yang berbeda. penalaran deduktif adalah proses penyimpulan pengetahuan khusus dari pengetahuan yang lebih umum atau universal.sedangkan penalaran induktif adalah proses berpikir untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus.
2.      Bagaimana wujud dari evidensi ?
Wujud Evidensi merupakan semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas yang dihubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran. Fakta dalam kedudukan sebagai evidensi tidak boleh digabung dengan apa yang dikenal sebagai pernyataan atau penegasan. Dalam wujud yang paling rendah evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang dimaksud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang diperoleh dari suatu sumber tertentu.
3.      Jelaskan dan berikan contoh cara menguji data, cara menguji fakta, dan cara menilai autoritas ?

·         Cara Menguji Data
Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.
A.     Observasi
Fakta-fakta yang diajukan sebagai evidensi mungkin belum memuaskan seorang pengarang atau penulis. Untuk lebih meyakinkan dirinya sendiri dan sekaligus dapat menggunakannya sebaik-baiknya dalam usaha meyakinkan para pembaca, maka kadang-kadang pengarang merasa perlu untuk mengadakan peninjauan atau observasi singkat untuk mengecek data atu informasi itu. Tiap pengarang atau penulis harus mengadakan pengujian lagi dengan mengobservasi sendiri data atau informasi itu. Sesudah mengadakan observasi, pengarang dapat menentukan sikap apakah informasi atau data itu sesungguhnya merupakan fakta atau tidak, atau barangkali hanya sebagian saja yang benar sedangkan sebagian lain hanya didasarkan pada perasaan dan prasangka para informan
B.     Kesaksian
Keharusan menguji data dan informasi, tidak selalu harus dilakukan dengan observasi. Kadang-kadang sangat sulit untuk mengharuskan seseorang mengadakn obeservasi atas obyek yang akan dibicarakan. Kesulitan itu terjadi karena waktu, tempat, dan biaya yang harus dikeluarkan. Untuk mengatasi hal itu penulis atau pengarang dapat melakukan pengujian dengan meminta kesaksian atau keterangan dari orang lain, yang tidak mengalami sendiri atau menyelidiki sendiri persoalan itu. Demikian pula halnya dengan semua pengarang atau penulis. Untuk memperkuat evidensinya, mereka dapat mempergunakan kesaksian-kesaksian orang lain yang telah mengalami sendiri perisitiwa tersebut.
C.     Autoritas
Cara ketiga yang dapat dipergunakan untuk menguji fakta dalam usaha menyusun evidensi adalah meminta pendapat dari suatu autoritas, yakni pendapat dari seorang ahli, atau mereka yang telah menyelidiki fakta-fakta itu dengan cermat, memperhatikan semua kesaksian, menilai semua fakta kemudian memberikan pendapat mereka sesuai dengan keahlian mereka dalam bidang itu.
·         Cara menguji fakta
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
A.    Konsistensi
Dasar pertama yang dipakai untuk menetapkan fakta mana yang akan dipakai sebagai evidensi adalah kekonsistenan. Sebuah argumentasi akan kuat dan mempunyai tenaga persuasif yang tinggi, kalau evidensi-evidensinya bersifat konsisten, tidak ada satu evidensi bertentangan atau melemahkan evidensi yang lain.
B.     Koherensi
Dasar kedua yang dapat dipakai untuk mengadakan penilaian fakta mana yang dapat dipergunakan sebagai evidensi adalah masalah koherensi. Semua fakta yang akan digunakan sebagai evidensi adalah masalah koherensi. Semua fakta yang akan dipergunakan sebagai evidensi harus pula koheren dengan pengalaman-pengalaman manusia, atau sesuai dengan pandangan atau sikap yang berlaku. Bila penulis menginginkan agar sesuatu hal dapat diterima, ia harus meyakinkan pembaca bahwa karena pembaca setuju atau menerima fakta-fakta dan jalan pikiran yang menemukakannya, maka secara konsekuen pula pembaca harus menerima hal lain, yaitu konklusinya.
·         Cara Menilai Autoritas
Seorang penulis yang objektif selalu menghidari semua desas-desus atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental.
A.    Tidak Mengandung Prasangka
Dasar pertama yang perlu diketahui oleh penulis adalah bahwa pendapat autoritas sama sekali tidak boleh mengandung prasangka. Yang tidak mengandung prasangka artinya pendapat itu disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh ahli itu sendiri, atau didasarkan pada hasil-hasil eksperimental yang dilakukannya. Pengertian tidak mengandung prasangka juga mencakup hal lain, yaitu bahwa autoritas itu tidak boleh memperoleh keuntungan pribadi dari data-data eksperimentalnya.
B.     Pengalaman dan Pendidikan Autoritas
Dasar kedua yang harus diperhitungkan penulis untuk menilai pendapat suatu autoritas adalah menyangkut pengalaman dan pendidikan autoritas. Pendidikan yang diperolehnya harus dikembangkan lebih lanjut dalam kegiatan-kegiatan sebagai seorang ahli yang diperoleh melalui pendidikannya tadi. Walaupun jaman kita ini sudah begitu condong atau cenderung dengan berbagai macam spesifikasi, namun kita tidak boleh mengabaikan keahlian seseorang dalam beberapa macam bidang tertentu.
C.     Kemashuran dan Prestise
Faktor ketiga yang harus diperhatikan oleh penulis untuk menilai autoritas adalah meneliti apakah pernyataan atau pendapat yang akan dikutip sebagai autoritas itu hanya sekedar bersembunyi di balik kemashuran dan prestise pribadi di bidang lain. Sering terjadi bahwa seseorang yang menjadi terkenal karena prestise tertentu, dianggap berwenang pula dalam segala bidang. Seorang yang menjadi terkenal karena memperoleh lima medali emas berturut-turut  dalam pertandingan lomba lari jarak lima ribu meter, diminta pendapatnya tentang cara-cara pemberantasan korupsi.
D.    Koherensi dengan Kemajuan
Hal keempat yang perlu diperhatikan penulis argumentasi adalah apakah pendapat yang diberikan autoritas itu sejalan dengan perkembangan dan kemajuan jaman, atau koheren dengan pendapat atau sikap terakhir dalam bidang itu. Pengetahuan dan pendapat terakhir tidak selalu berarti bahwa pendapat itulah yang terbaik. Tetapi harus diakui bahwa pendapat-pendapat terakhir dari ahli-ahli dalam bidang yang sama lebih dapat diandalkan, karena autoritas-autoritas semacam itu memperoleh kesempatan yang paling baik untuk membandingkan semua pendapat sebelumnya, dengan segala kebaikan dan keburukannya atau kelemahannya, sehingga mereka dapat mencetuskan suatu pendapat yang lebih baik, yang lebih dapat dipertanggung jawabkan. Sebab itu untuk memberi evaluasi yang tepat terhadap autoritas yang dikutip, pengarang harus menyebut nama autoritas, gelar, kedudukatif, dan sumber khusus tempat kutipan itu dijumpai. Bila mungkin penulis harus mengutip setepat-tepatnya kata-kata atau kalimat autoritas tersebut. Untuk memperlihatkan bahwa penulis sungguh-sungguh siap dengan persoalan yang tengah diargumentasikan, maka sebaiknya seluruh argumentasi itu jangan didasarkan hanya pada satu autoritas.
4.      Jelaskan perbedaan silogisme katagorial, silogisme hipotesis  dan silogisme alternative !
Silogisme adalah merupakan suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Dan silofisme itu di atur dalam dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Kemudian silogisme mempunyai beberapa macam jenisnya, yaitu diantaranya sebagai berikut. Dari berbagai jenis silogisme diatas, memiliki arti yang berbeda, yang pertama yaitu:
A.    Silogisme katagorial

Silogisme ini merupakan silogisme dimana semua proporsinya merupakan katagorial. Kemudian proporsisi yang mengandung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor (premis yang termnya menjadi subjek).

B.     Silogisme hipotetik

Yang dimaksud dengan silogisme hipotetik itu adalah suatu argumen/pendapat yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik.

C.     Silogisme alternative

Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif itu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya.

5.      Sebutkan jenis-jenis cara berpikir induktif !
Berpikir Induktif
Induksi adalah cara mempelajari sesuatu yang bertolak dari hal-hal atau peristiwa khusus untuk menentukan hukum yang umum. Induksi merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum (filsafat ilmu.hal 48 Jujun.S.Suriasumantri Pustaka Sinar Harapan. 2005)
Berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif. (www.id.wikipedia.com)
Jalan induksi mengambil jalan tengah, yakni di antara jalan yang memeriksa cuma satu bukti saja dan jalan yang menghitung lebih dari satu, tetapi boleh dihitung semuanya satu persatu. Induksi mengandaikan, bahwa karena beberapa (tiada semuanya) di antara bukti yang diperiksanya itu benar, maka sekalian bukti lain yang sekawan, sekelas dengan dia benar pula.
Penalaran ilmiah pada hakikatnya merupakan gabungan dari penalaran deduktif dan induktif. Dimana lebih lanjut penalaran deduktif terkait dengan rasionalisme dan penalaran induktif dengan empirisme. Secara rasional ilmu menyusun pengetahuannya secara konsisten dan kumulatif, sedangkan secara empiris ilmu memisahkan antara pengetahuan yang sesuai fakta dengan yang tidak. Karena itu sebelum teruji kebenarannya secara empiris semua penjelasan rasional yang diajukan statusnya hanyalah bersifat sementara, Penjelasan sementara ini biasanya disebut hipotesis.
Hipotesis ini pada dasarnya disusun secara deduktif dengan mengambil premis-premis dari pengetahuan ilmiah yang sudah diketahui sebelumnya, kemudian pada tahap pengujian hipotesis proses induksi mulai memegang peranan di mana dikumpulkan fakta-fakta empiris untuk menilai apakah suatu hipotesis di dukung fakta atau tidak. Sehingga kemudian hipotesis tersebut dapat diterima atau ditolak.
Maka dapat disimpulkan bahwa penalaran deduktif dan penalaran induktif diperlukan dalam proses pencarian pengetahuan yang benar.


SUMBER:

Jumat, 10 Januari 2014

softskill berita: Kisruh Kenaikan Elpiji 12 Kg, Dahlan: Semua Saya yang Salah



Maikel Jefriando - detikFinanceTOPIK TERHANGATHarga Elpiji 12 Kg MelejitJakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku salah atas kekisruhan yang terjadi terkait kenaikan harga elpiji 12 kg. Menurutnya hal itu disebabkan karena kurang koordinasi antara perusahaan dengan pemerintah saat menetapkan kebijakan itu."Semua saya yang salah. Kurang koordinasi, saya yang salah," ungkap Dahlan usai rapat kabinet terbatas bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (5/1/2013)Ia menuturkan, kebijakan Pertamina merupakan tidak lanjut dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Disebutkan, perusahaan selalu rugi setiap tahunnya sejak 2009 karena bisnis gas elpiji yang non subsidi."Pertamina harus patuh dengan BPK. Karena ini non subsidi. Pertamina takut dengan BPK. Makanya Pertamina memilih untuk menaikkan harga elpiji," sebutnya.Dari sisi pemerintah menyebutkan kenaikan harga dari Rp 70.200 menjadi Rp 117.708 per tabung terlalu tinggi. Sehingga menimbulkan dampak yang besar terhadap masyarakat. Dahlan mengatakan, oleh karena itu persoalan ini dibahas kembali."Jadi harga ini dianggap ketinggian. Nggak apa-apa, kita akan tinjau ulang kembali. Semuanya saya yang salah," ujar Dahlan.Sebelumnya, Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan keputusan kenaikan elpiji 12 kg telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero). Hatta menyebut Menteri BUMN yang merupakan pemegang saham Pertamina sudah pasti mengetahui rencana kenaikan elpiji 12 kg tersebut."Keputusan diambil melalui RUPS. RUPS itu kan Menteri BUMN, jadi sebetulnya BUMN (Menteri) sudah tahu duluan bahwa itu naik (gas 12 kg). Itu keputusan RUPS," kata Hatta pagi tadi.Hatta bersama Menteri ESDM Jero Wacik dan beberapa Menteri lainnya seperti Menteri Keuangan Chatib Basri, Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Direksi Pertamina menghadiri rapat khusus membahas kenaikan elpiji 12 kg di Bandara Halim Perdanakusuma. Rapat ini langsung dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wapres Boediono.

sumber: detik.com